SAJAK-SAJAK O………..
I (2004)
O……….. ada sesuatu tentang ini
Berkilauan jauh dari kejauhan samudra, itu mutiara
Keindahan yang melenakan pandangan mata, itu rezeki indra
Berkilau sudah bulan purnama, mengingatkan pada malam-malam indah di ranjang pengantin
Itulah pahala menjalankan sunnah
Berkilaulah mentari menyinari, terasa terang bumi di waktu siang
Itulah seruan bertebaran mencari penghidupan
Berkilaulah api memberikan hangatnya, membuat tubuh tak lagi kedinginan
Itulah pencampuran dua senyawa
O……… sungguh berkilau yang satu ini
Kilauannya menembus lorong suci
O…….. melenakan O……. kebahagiaan O……. Kecemburuan O…… ratap tangis
O…….. wajah
Bak mutiara. Bak Bulan
Bak Mentari. Bak Api
O……. wajah cantik
Semua cahayanya adalah penyatuan, menguak tirai-tirai
Mengangungkan sosok wajah sempurna, kesempurnaan Tuhan
Menampilkan sosok keindahan, keindahan Tuhan
Menampilkan sosok keagungan, keagungan Tuhan
O…… wajah cantik, mau kau apakan jiwa ini
Yang telah lama kering gersang barzah
Jiwa telah melepuh, air, tanah melepuh
O….. wajah cantik, bawa lari jiwa ini bersama kesempurnaan abadi
Kecantikan wajah menarik segalanya, jiwa ini
Dan jadikan apa saja, o wajah cantik
Milik siapa kecantikanmu?
II (2004)
O….. keramai engkau meninggalkanku
Terbenam dalamkesepian membentuk gugusan kegelappan dan mempengaruhi kondisi hati
Keramaian dunia yang menggoda, bagaikan peri-peri genit
Dengan kecupan bibirnya membuatku mimpi selamanya
Meninggalkan dunia yang tidak lagi menjanjikan kenikmatan
Keramaian kini kucampakkan, yang tersisa hanya kepingan-kepingan dan bekas-bekas luka dan kepedihan
Keramaian kini kucampakkan
Terbujur kaku dalam ratapan dan tangisan
Aku acuhkan
Tak kubutuhkan
Kau hanya membuat luka baru, di hatiku yang telah terobati
Kesunyian kini ku balut kau, dan kau membalutku
Menjadi satu kesatuan
Tak ada lagi ratap tangis dan hati luka atau tetesan air mata kesedihan
Semuanya telah habis terkuras
Dibawa oleh keramaian, diserap oleh bumi
O……. sekarang kau jauh dan meniggalkanku
III (2004)
O…………..
Wajah kekasih dalam angan
Tampak jelas
Cahaya tampak terang
Karena sentuhan minyak
Kerinduan demi kerinduan datang
Tatkala ramai dan kesepian
Dan berlipat tatkala hadirnya malam
O………..aku tak tahan
*Andik Adon penggiat seni di Lathe Biosas Associate El-Jawie
Tinggal di Syathiby :22 Latee Guluk-guluk Sumenep Madura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar