TASFIR AYAT “CANTIK”*
Ketika semua orang disibukkan dengan persoalan tafsir dan semantik, dalam pendekatannya dalam mencari kebenaran teks, dan dijadikan sebagai metodologi modern.
Tafsir merupakan usaha untuk menagkap pesan yang tersembunyi. Ini yang ku kenal devenisi tafsir agama teks yang pernah ku baca pada metodologi-metodologi tafsir. Hermeneutuka, tanzih apapun itu. Usaha menangkap pesanitu sendiri terkadang berbeda muatan. Tergantung metode apa yang kita pakai. Karena metode mempengaruhi terhadap muatan kandungan yang ditangkap.
Tafsir ini yang menginspirasikan saya pada suatu hal yang mirip dengan tafsir berikut pengokohannya terhadap nilai kebenarannya. Tentunya bukan tafsri teks agama yang kita pahami semula atau tafsir sastra yang kita kenal di pembahasan hermeneutika. Tetapi, tafsir yang menurut saya ibarat mencicipi makanan. Dan pengokohan terhadap pencicipan tersebut. Barulah kita paham, apa sebenarnya muatan makanan tersebut. Pahit, manis atau asin. Disitulah pesan tersebut ditangkap dan dipahami muatanna. Tapi ini hanya teorisasi. Jelasnya, ini menyatakan pentingnya pengokohan orang lain terhadap penafsiran kita. Dengan itu secara sendirinya memberikan legitimasi terhadap tafsir yang kita ambil. Dengan satu kaidah dalam hal kesepakatan umat tidak mungkin membuat kesepakan dalam satu hal secara bersamaan. Untuk pengokohan kita ambil suara mayoritas.
Wanita cantik. Atau ayat cantik tepatnya. Kita bisa gunakan dengan metodologi ‘semacam pendekatan ini. Tafsir mencicipi makanan. Dengan makna khas yang ditaffsirkan. Cantik relative. Cantik ibarat selara tidaknya terhadap makanan. Kita tidak dapat memaksakan selerakita kepada orang lain. Kamu harus suka makanan ini dan itu, dengan nada mengancam. Karena ini mirip dengan naluri yang datangnya alami (nature).
Sama halnya dengan ayat cantik itu sendiri. Perempuan itu cantik menurut dia, tapi belum tentu menurut mereka. Argument ini munkin tidak punya pengokohan, atau relative tepatnya. Ada kprelasi ruang dan waktu yang terus berkembang. Sama dengan perkekbangan hukum dan pemahaman tentang ayat.
Ku kenal dia perempuan cantik “ ayat cantik” kata umat, yang tidak lain suara mayoritas temanku. Ku menjadi suara minoritas. Parahnya individual. Sehingga kukenal ayat cantik sebagai perempuam biasa-biasa saja. Sama seperti yang lainnya. Tak ada yang istimewa danmenonjol darinya. Perkembangannya, kabar angin begitu kencang. Menerpa pendengaranku, yang mencoba mengabarkan bahwa ada ayat yang sangat cantik, memesona, memancarkan aura, indah menawan, yang tidak tahu apa namanya. Sebagai manusia akumerasa penasaran. Aku mencari kebenaran kabar tersebut. Apakar kabar lebih nyata dari kebenaran?. Ternyata dia adalah perempuan yang ku kenal biasa- biasa saja. Perempuan yang ku pandan dari jendela tansparan. Tapi tiap kali dia lewat kala itu aku ingin memandanganginya. Ataukah dia benar-benar cantik namun aku tidak menyadarinya?.
Ternyata ya. Benar sekali. Tidakada keraguan sedikitpun. Setelah kuanalisis lebih dalam, seksama dan teliti,dilihat dari banyk segi dan pertimbangan, dia benar-benar perempuan yang cantik,yang ku kenal mula-mula sebagai perempuan biasa-biasa saja. Mungkinkah dia telah bercaya cipta seperi digambagkan Rumi sebagai feminism yang kreatif. Ini obyektif bukan subyektif. Aku baru sadar bahwa dia adalah perempuan yang cantik setelah umat atau teman-temanku membuat pengokohan. Maka akupun menjadi suara mayoriatas dengan daya cipta yang dia pancarkan.
Fenomena penafsiran ayat “cantik” tersebut menandai bahwa ada banyak hal yang mendorong kita jauh dari kebenarannteks. Kepekaan, keterbatasan sumber pendukung, meliputi perangkat keilmuan, intelektual atau penguasaan terhadap basic keilmuan. Spider Web (jarring laba-laba) atau di kenal dengan istilah Ijtihad Jamai (klektif) merupakan prasarat modern dalam pendekatan teks yang dilepas. Karena disana ada beberapa dikotomo ilmu berikut penguasaannya dalam memahami teks,kemudian dijadikan satu kesatuan pemaknaan. Menagkap makna teks yang menjdi bidikannya. Standart Ganda (doble Mouvmen) meminjam istilahnya Fazlur Rahman, kemudian rekontruksi kembali (meminjam istilahnya Hasan Hanafi) membentuk kembali pada pemaknaan yang baru.
Maka, kita mempercayai perspektik termasukdi dalamnya menerima sesuatu yang lain untukmemperkokoh perspektifkita. Kita punya banyak gambaran dalam membidik satu hal. Dan upaya kesatuan perspektik tetap yang paling penting. Ini penting dan tidak dapat disepelekan. Seperti anekdot kaum sufi, ketika tiga orang buta menggambarkan gajah yang dirabanya. Kebutaan menandai bahwa kita hanya punya satu perspektif. Maka, kesatuan yang diambil dari perspektif tersebut adalah lebih utama.
Sama halnya dengan ayat “cantik” ditinjau dari beberapa perspektif. Pertama,ada dua unsure yang harus diperhaitikandi sini, kesepakatan umat dalam perspektif cantik itu sendiri terbagi menjadi dua: fisikdan rohani. Kedua, ada banyak penilaian banayk penilaian dari dua bentuk cantik ini dan juga lainnya yang harus dipertimbangkan. Kemudian kesepakatan umat yang mengokohkan hasil analisakita.
Tafsir cantik secara fisik,ini umum. Semua orang dapat menyaksikan secara nyata. Inimurni karena pembentikan alam. Semua orang tidak dapatmemungkirinya. Karena tidak kasat mata.lawan dari abstrak. Ini yang saya pahami untuk pertama kalinya. Kemudia cantik secara Ruhani, yang disebut innerbeuty atau kecantikan yang datangnya dari dalam. Orang tidak dapat mennyaksikannya secara langsung. Karena ini kasat mata dan abstrak. Kecantikan ini hanya dapat diketahui melalui tindakan dalam bentuk etika dan moralitas serta kepekaanb terhadap lingkungannya. Ini hanya diperoleh melalui pembelajran-pembelajaran diri.
Dengan demikian, cantik memiliki dua dimensi ruang dan waktu, internal dan eksternal yang overlamp (tumpang tindih) dan jalin menjalin satu satu sama lain. Pemisahan hanya membuat kabut kabur terhadap pemaknaan. Karena pemaknaan secara totalitas akan menghasilkan makna baru yang total saja.
Tafsir hanya ibarat mencicipi makanan. Dengan memperhatikan secara seksama makna yang tersirat dan tersurat. Maka hakekat kebenaran tersingkap. Berarti, kita mendapatkan khazanah yang tersembunyo.di balik ayat “cantik”. Carilah khazanah yang tersembunyi itu sampai ketemu, apapun iti. Semoga(*)
*Andri, Assyatiby:22, 04 09.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar